Namun jika menilik tingkat kehancuran fisik yang paling parah, Kecamatan Reok menduduki peringkat teratas secara absolut untuk kategori rumah Rusak Berat. Sebanyak 421 hunian warga di Reok hancur dan rusak total, mengungguli kecamatan lainnya. Secara keseluruhan, Kecamatan Reok mencatatkan 3.567 unit pemukiman terdampak, yang juga meliputi 895 rumah rusak sedang, 845 rusak ringan, dan 1.406 rusak ringan skala di bawah 20 persen.
Sementara itu, kawasan Cibal Raya turut membeku dalam duka. Kecamatan Cibal mencatatkan 3.235 rumah terdampak dengan rincian 287 rusak berat, 585 rusak sedang, 664 rusak ringan, dan 1.699 rusak ringan skala kecil. Tetangganya, Kecamatan Cibal Barat, menyumbang 2.042 rumah terdampak yang di antaranya mencakup 198 unit rusak berat, 480 rusak sedang, 463 rusak ringan, serta 901 rusak ringan bawah 20 persen.
Ketegangan akibat guncangan bencana juga merambah ke kawasan lintasan tengah dan perkotaan. Di Kecamatan Rahong Utara, tercatat ada 2.451 rumah terdampak yang terdiri atas 107 unit rusak berat, 363 rusak sedang, 524 rusak ringan, dan 1.457 rusak ringan skala kecil.
Sementara di Kecamatan Lelak, total kerusakan menyentuh angka 2.027 rumah, dengan rincian 31 unit rusak berat, 185 rusak sedang, 345 rusak ringan, serta 1.466 unit kerusakan ringan di bawah 20 persen. Bahkan di pusat aktivitas warga seperti Kecamatan Langke Rembong dan Kecamatan Ruteng, dampaknya tetap terasa nyata. Langke Rembong melaporkan 1.580 rumah terdampak dengan 45 unit rusak berat dan 301 unit rusak sedang, sedangkan Kecamatan Ruteng mencatat 1.387 rumah terdampak dengan 66 unit rusak berat dan 196 unit rusak sedang.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











