Setiap Nyanyian Cinta Mesti Terdengar Lembut

Saat Armada melantun “ku rela kau dengannya, asalkan kau bahagia….” jauh sebelumnya si Kahlil Gibran sepertinya sudah yakini, ‘aku turut berbahagia untukmu, bersama yang lain dan apa pun pilihanmu..’ Bagaimana pun, kawan, dalam dirimu tetap bersenandung nyanyian kasmaran penuh setia a la Jikustik:
‘Sesaat malam datang menjemput kesendirianku. Dan bila pagi datang ku tahu, kau tak di sampingku. Aku masih masih di sini untuk setia…..”

Di atas semuanya….

Mari kita pulang dalam damai dan Kasih. Kembali ke kaki SALIB. Sebab DIA yang tersalib selalu setia menanti. Dalam kasihNya yang paling agung. Kasih Yang memenangkan kita seutuhnya.
Dalam jiwa ilahi dan raga keinsanian kita….

Verbo Dei Amorem Spiranti

Qatar Airways – QR 113
September 2024

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel