Pendidikan saat ini secara umum mungkin sudah lakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sistem pendidikan yang dilakukan pun hampir keseluruhan menggunakan teknologi-teknologi canggih seperti komputer/laptop, LCD proyektor, handphone dan sebagainya.
Berbeda dengan pendidikan pada era penjajahan Portugis, Belanda, Jepang. Masa Kemerdekaan, Orde Baru hingga Reformasi. Pendidikan era penjajahan, tidak semua rakyat Indonesia mampu mengeyam jenjang pendidikan yang baik. Hanya rakyat Indonesia tertentu saja yang mampu mengenyam jenjang pendidikan seperti keturunan bangsawan (darah biru).
Tentunya hal seperti ini menjadi masalah besar bagi bangsa kita, apalagi pada kekinian bangsa atau dunia sedang diperhadapkan dengan wabah Covid-19, sehingga akan memberikan dampak buruk bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.
Kita berharap agar pendemi Covid-19 ini segera berakhir, agar proses kegiatan belajar mengajar dapat diselenggarakan dengan baik. Sebagai pendidik, tetap melakukan upaya yang terbaik dan memiliki semangat yang kuat serta dedikasi tinggi untuk memperjuangkan mutu pendidikan bangsa kita.
Saya berharap bahwa pada momen HARDIKNAS tahun ini menjadi awal dari perubahan untuk kemajuan pendidikan, dengan “serentak bergerak, wujudkan merdeka belajar”. Negara harus hadir dan memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan dunia pendidikan. Terwujudnya pendidikan yang berkualitas haruslah diimbangi dengan fasilitas yang memadai dan paling penting soal kesejahteraan para pendidik.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




