Teheran, infopertama.com – Tak ada pidato. Tak ada siaran. Tak ada wajah yang muncul di layar publik. Sejak naik menggantikan ayahnya, Mojtaba Khamenei justru menghilang dari panggung—bukan karena memilih diam, tetapi karena kondisi yang memaksanya bersembunyi.
Laporan mendalam The New York Times mengungkap gambaran yang tak biasa dari pusat kekuasaan Iran hari ini. Pemimpin tertinggi itu disebut masih hidup, sadar, dan tetap terlibat dalam pengambilan keputusan.
Namun tubuhnya menyimpan luka berat—kaki yang telah dioperasi berulang kali dan kemungkinan akan digantikan dengan prostetik, tangan yang perlahan dipulihkan, hingga wajah dan bibir yang terbakar parah, membuatnya kesulitan berbicara.
Mojtaba akan menjalani operasi plastik. Di titik ini, kekuasaan tak lagi tampil dalam suara lantang atau gestur publik. Ia bergerak dalam sunyi.
Komunikasi berubah menjadi rantai manusia—pesan ditulis tangan, dimasukkan ke dalam amplop, lalu berpindah dari mobil ke sepeda motor, dari satu kurir ke kurir lain, hingga tiba di lokasi persembunyian. Jawaban kembali dengan cara yang sama.
Di tengah ancaman pelacakan dan serangan, bahkan pejabat tinggi memilih menjaga jarak, khawatir kehadiran mereka justru membuka jejak.
Absennya figur sentral secara fisik perlahan menggeser gravitasi kekuasaan. Di ruang yang sebelumnya dikendalikan satu suara, kini muncul banyak tangan. Para komandan dari Islamic Revolutionary Guard Corps mengambil peran dominan—mengatur arah perang, membaca diplomasi, hingga menentukan langkah strategis negara.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







