Cepat, Lugas dan Berimbang
Religi  

Renungan Katolik, Dipanggil Menjadi Pribadi yang Rendah Hati

HARI BIASA, PEKAN PRA PASKAH II
Yes. 1:10,16-20; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mat. 23:1-12
[Thn. VI-SS/74/3/2022]

Pastor Riano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa: ALLAH BAPA YANG MAHAAGUNG, semoga hati kami selalu terbuka terhadap kehadiranMu. Berilah kami semangat kerendahan hati supaya kami melakukan apa yang kami ajarkan, kami melayani dengan tulus dan tanpa pamrih agar kami melangkah maju menuju KerajaanMu yang abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Puteramu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat-ingat beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; kemudian, mereka juga suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; dan, mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah suka disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu, dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN