Cepat, Lugas dan Berimbang
Religi  

Renungan Katolik, Dipanggil Menjadi Pribadi yang Rendah Hati

Dipanggil Menjadi Pribadi yang Rendah Hati

Biarkanlah semangat kerendahan hati bertumbuh mekar di dalam hati kita supaya kita tidak gila hormat dan menjunjung tinggi pangkat atau jabatan sampai melupakan nilai luhur manusia.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Sebuah undangan untuk membersihkan diri dilayangkan kepada kita hari ini. Apa yang harus kita bersihkan dari dalam diri kita? Membersihkan diri dari segala kesombongan, egoism, ingat diri, pencitraan, kemunafikan yang mengoroti hati dan sanubari kita. Undangan ini juga adalah sebuah panggilan untuk belajar dan bertumbuh dalam semangat kerendahan hati sebagai seorang pengikut YESUS. Ternyata untuk menjadi pribadi yang rendah hati, kita juga perlu belajar. Belajar agar kerendahan hati itu sungguh melekat, berakar dan berbuah nyata dalam hidup kita setiap hari. Nah, ketika kita sudah mahir dalam mengembangkan semangat kerendahan hati, maka kita semakin bersemangat pula untuk berbuat baik, untuk mengutamakan kepentingan bersama dari kepentingan pribadi, untuk mengendalikan diri dan semangat untuk menaati perintah ALLAH dalam hidup harian kita.

Rendah Hati

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN
Hari ini kita mendengarkan Yesus yang mengecam ahli-ahli Taurat. “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya… Siapa pun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”
Pribadi yang rendah hati, dia tahu bagaimana menyelaraskan kata dalam tindakan, dan bagaimana menggunakan kuasa bukan untuk menindas melainkan untuk melayani dan bagaimana melayani dengan KASIH. Sebagai pengikut KRISTUS, apapun panggilan kita saat ini, kita dipanggil untuk menjadi pelayan. Misalnya: Seorang pemimpin, dia membawa di dalam dirinya semangat hidup seorang pelayan. Sebagaimana Yesus, Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Semangat inilah yang tidak dimiliki oleh ahli-ahli Taurat, sehingga YESUS sangat mengecam kemunafikan mereka, yang suka mencari pencitraan, melayani bukan karena didorong oleh semangat kerendahan hati tapi karena ingin dipuji, dilihat banyak orang, dihargai dan ingin mendapatkan penghormatan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN