Tetapi tetap harus ditegaskan bahwa tindakan Allah yang memilih untuk tunduk di bawah kuasa alam ini bukanlah kekecualiaan dari keallahan-Nya. Juga bukan merupakan sebuah selingan dari keberadaan-Nya sebagai Allah. Sebaliknya dalam dan melalui pilihan-Nya itu Allah mau mewahyukan diri-Nya sebagai Allah beserta kita.
Tegangan Antara Berkat dan Kutukan
Ketika terjadi bencana, tidak sedikit orang berkata bahwa hal itu terjadi sebagai luapan bukti amarah Allah. Pertanyaan yang muncul adalah apakah salah dan dosa manusia? Bencana lalu dikaitkan dengan dosa dan kesalahan manusia. Dosa dan kesalahan adalah penyebab segala malapetaka dan bencana yang menghantui ketenagan manusia. Bahkan lebih ekstrem orang-orang yang terkena bencanapun diklaim sebagai orang yang berdosa di hadapan Allah. Tetapi oleh pengklaiman ini lalu kita jelaskan di sini seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bencana alam adalah sebuah peristiwa alam dan Allah membirakan ciptaan-Nya berkembang sesuai dengan hukumnya.
Andaikan dosa adalah penyebab bencana, di manakah Allah yang maha pengampun itu? Tidak yakinkah kita bahwa Allah itu selalu bersedia mengampuni dosa kita? Sesungguhnya ketika dosa dilihat sebagai penyebab bencana, di sana serentak dikonstruksikan wajah Allah yang bengis dan kejam. Atau dengan kata lain, ketika dosa dilihat sebagai penyebab bencana, sesungguhnya kita sedang memake up wajah Allah yang maha pengampun dan maha murah serta maha semacamnya menjadi Allah yang bengis dan kejam.
Sementara itu tentang dosa manusia, Allah telah bersedia menanggung. Allah tidak membebankanya kepada manusia semata. Bahkan Allah telah memilih jalan penderitaan demi tertebusnya dosa manusia. Ketika dosa semata-mata dilihat sebagai penyebab malapetaka dunia dan manusia, di sana sebenarnya kita sedang menyangkal Allah yang juga sudah menderita. Dengan demikian juga yang terjadi adalah penyangkalan akan tertebusnya dosa manusia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

