Cepat, Lugas dan Berimbang
Opini  

Merapi Meletus; Menggugat Tuhan

Di hadapan kenyataan keburukan alam dan penderitaan semacam ini juga orang bukan saja mempertanyakan kepercayaannya tentang Allah yang diimaninya, tetapi terkadang kembali kepada pola pikir agama tradisional yang melihat Allah sebagai bagian dari alam dan karenanya Allah tunduk kepada hukum alam. Kekuasaan alam melampui kekuasaan Allah. Pandangan agama tradisional sepertinya melihat alam ciptaan ini sebagai sesuatu yang ada dengan seharusnya. Padahal alam dunia yang adalah materi ini serba terbatas dan tidak bisa menjelaskan keberadaanya dari dirinya sendiri. Karena itu harus diterima bahwa alam dunia sesuatu yang diciptakan, dan penciptanya adalah Dia yang serba sempurna dalam dirinya. Dia tidak mengandaikan keberadan yang lain untuk keberadaan-Nya. Dia itu adalah Allah.

Karena itu tidak bisa diterima bahwa Allah tunduk kepada hukum alam. Dia yang menciptakan alam ini tidak mungkin harus tunduk kepada alam. Jika argumentasi di atas tidak dapat diterima, lalu bagaimana kita menjelaskan kehadiran Allah dalam kebobrokan alam (Merapi) yang membasmi sekian banyak orang?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita mesti kembali pada premis dasar, argumen penolakan terhadap Allah yakni, adanya kebobrokan (Merapi) mengharuskan kita untuk menolah Allah. Akan tetapi, hemat saya adanya kebobrokan tidak dapat menundukkan dan menghapuskan kebaikan, sebab kebaikan itu sifatnya berdaulat, sementara kebobrokan hanyalah merupakan sebuah privatio boni, kekurangan dari kebaikan. Kebaikan mutlak ada. Kebobrokan muncul sebagai suatu kecelakaan, kejatuhan dari kebaikan. Kebobrokan adalah suatu yang menempel pada kebaikan. Yang ada dan bereksistensi adalah kebaikan. Dalam arti, sesuatu hanya dapat berada sejauh ia mempunyai alasan, potensi untuk berada yaitu kebaikan. Sesuatu itu ada karena baik. Kebobrokan itu tidak bisa diklaim sebagai sesuatu yang ada karena dia tidak bereksistensi. Kebobrokan dalam alam semesta sering diidentikkan dengan kegiatan menghancurkan, memporak-porandakan segala keteraturan yang ada. Jelas bahwa kebobrokan meniadakan yang ada. Tidak berarti bahwa kebobrokan adalah esse yang menghancurkan. Inilah keadaan kehancuran itu sendiri.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN