Sebagai agent of change generasi muda atau mahassiswa hendaknya memiliki pengaruh yang membangun bagi situasi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ia harus jeli menilai segala perubahan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, sebagaimana menata kedudukan Bahasa Indonesia dalam penggunaannya di lingkungan masyarakat. Kemerosotan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di Negeri ini tidak bisa dipandang hanya dengan sebelah mata. Sebab persoalan Bahasa adalah persoalan identitas kita sebagai Warga Negara Indonesia. Menulis bagi Mahasiswa selain merupakan syarat mutlak bagi keberhasilannya dalam proses pendidikan, tetapi tidak boleh terabaikan juga peran Mahasiswa sebagai a change untuk menulis bagi perbaikan pembangunan tatanan kehidupan bernegara. Dalam hal ini menulis untuk memengaruhi tata bahasa dalam kehidupan masyarakat demi terjaganya kelestarian budaya berbahasa Bahasa Indonesia.
Pengaruh Menulis bagi Kelestarian Budaya Bahasa Indonesia
Menulis dalam hal ini tulisan berbahasa Indonesia meski dalam karya atau artikel apa saja, selalu memiliki energy untuk memengaruhi orang banyak (pembaca). Entah menyangkut isi dari tulisan itu sendiri atau pun pengaruh grammatikal bahasa yang baik yang digunakan dalam keseluruhan tulisan itu akan sangat membantu mempertahankan nilai Bahasa Indonesia dalam kalangan masyarakat. Berbeda dengan halnya berbicara, hasil dari tulisan memiliki usia yang lebih panjang dan mampu bertahan sampai kapan pun selagi tulisan itu masih ada. Tulisan-tulisan yang muat dalam surat kabar atau majalah misalnya, ia akan menjangkau lebih banyak kalangan pembaca dan akan memengaruhi mereka dalam melahirkan suatu gagasan baru dari ide penulis yang mereka temukan dalam sebuah tulisan itu. Dengan tulisan penulis seakan aktif dan berdialog langsung dengan pembaca, memengaruhi pembaca untuk masuk ke dalam gagasan dan pola pikirnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan