Penggunaan Kata Imbuhan ‘Meng-‘ yang Bermakna Membuat, Berikut 10 Contohnya

Dalam bahasa Indonesia, imbuhan memiliki peran krusial dalam memperluas makna kata dasar

infopertama.com – Imbuhan merupakan salah satu fitur penting dalam bahasa indonesia yang memberikan kemungkinan untuk memperluas dan memperkaya makna sebuah kata.

Fungsi utamanya adalah menambahkan makna baru pada kata dasar sehingga kata yang telah mendapat imbuhan akan memiliki makna yang berbeda atau lebih spesifik daripada bentuk dasarnya.

Setiap imbuhan memiliki peran dan makna tersendiri.

Dalam bahasa indonesia terdapat berbagai jenis imbuhan seperti ber-, se-, ter-, me-, per-, di-, ke-, dan pe-an.

Berikut 10 contoh penggunaan kata imbuhan “meng-” yang bermakna membuat dan contoh kalimatnya.

1. Mengadon

Kata ‘mengadon’ berasal dari penggunaan imbuhan ‘meng-‘ dengan kata dasar adon. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘mengadon’ memiliki makna mencampur dan mengaduk bahan seperti tepung dengan air santan susu atau campuran seperti semen dengan pasir kapur dan air.

Contoh penggunaan kata ‘mengadon’ yang tepat adalah sebelum memanggang dia terlebih dahulu mengadon adonan roti dengan teliti.

2. Mengarsip

Kata mengarsip dibuat dengan menambahkan imbuhan ‘meng-‘ pada kata dasar arsip. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengarsip atau mengarsipkan berarti mengubah menjadi arsip.

Contoh penggunaan kata mengarsip yang tepat adalah setelah menyelesaikan proyek besar kami harus segera mengarsip dokumen-dokumen penting.

3. Mengarsir

Kata mengarsir terbentuk dari penggabungan imbuhan ‘meng-‘ dengan kata dasar arsir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘mengarsir’ merujuk pada tindakan menarik garis-garis kecil secara sejajar untuk menciptakan efek bayangan saat menggambar atau melukis.

Contoh penggunaan kata mengarsir yang tepat adalah seorang seniman handal bisa dengan mudah mengarsir sketsa menjadi karya seni yang menakjubkan.

4. Mengaspal

Kata mengaspal terbentuk dari imbuhan ‘meng-‘ yang digabungkan dengan kata dasar aspal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘mengaspal’ dapat diartikan sebagai tindakan melapisi jalan dengan aspal atau menjadikan sesuatu berbentuk atau berubah menjadi aspal.

Contoh penggunaan kata mengaspal yang tepat adalah pemerintah sedang dalam proses mengaspal jalan-jalan utama di kota ini.

5. Mengawetkan

Kata ‘mengawetkan’ terbentuk dari penggabungan imbuhan ‘meng-‘ dengan kata dasar awet. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengawetkan mengacu pada tindakan membuat sesuatu menjadi tahan lama sehingga tidak mudah rusak, basi atau busuk.

Contoh penggunaan kata mengawetkan yang tepat adalah pengrajin lokal menggunakan metode kuno untuk mengawetkan makanan tradisional.

6. Mengetsa

Kata mengetsa terbentuk dari penggabungan imbuhan ‘meng-‘ dengan kata dasar sketsa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengetsa merujuk pada tindakan membuat gambar atau ukiran dengan menggunakan benda tajam pada pelat tembaga yang dilapisi lilin. Dan, kemudian membiarkan garis-garis yang dihasilkan tersebut terkena korosi cairan asam.

Contoh penggunaan kata mengetsa yang tepat adalah seorang seniman membutuhkan ketelitian dan kesabaran saat mengetsa ukiran pada tembaga.

7. Menggambar

Kata menggambar terbentuk dari imbuhan ‘meng-, yang digunakan dengan kata dasar gambar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menggambar memiliki makna membuat gambar atau melukis.

Contoh penggunaan kata menggambar yang tepat adalah: Anak-anak senang menggambar pemandangan alam di halaman sekolah.

8. Menggoreng

Kata menggoreng terbentuk dari imbuhan ‘meng-‘ yang digabungkan dengan kata dasar goreng. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menggoreng berarti memasak dengan minyak di dalam wajan atau kuali sehingga menjadi kering-kering.

Contoh penggunaan kata menggoreng yang tepat adalah: Di warung tersebut mereka selalu sibuk menggoreng gorengan setiap pagi.

9. Menggulai

Kata menggulai terbentuk dari penerapan imbuhan ‘meng-‘ pada kata dasar gulai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menggulai dapat didefinisikan sebagai proses membuat gulai sebuah hidangan berkuah santan dengan bumbu khusus.

Contoh penggunaan kata menggulai yang tepat adalah: Ibuku suka menggulai masakan tradisional setiap akhir pekan.

10. Mengolak

Kata mengolak terbentuk dari imbuhan ‘meng-‘ yang digabungkan dengan kata dasar kolak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengolak memiliki makna memasak atau membuat minuman kolak.

Contoh penggunaan kata mengolak yang tepat adalah: Rani baru saja mengolak pisang dan ubi bersama ibu.

Itulah beberapa contoh penggunaan kata imbuhan ‘meng-‘ yang bermakna membuat dan contoh kalimatnya. Dari contoh-contoh penggunaan kata imbuhan ‘meng-‘ yang bermakna membuat di atas kita dapat melihat betapa pentingnya peran imbuhan dalam memperluas dan memperkaya makna sebuah kata dalam bahasa indonesia.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV