Hakim Itu Bukan Mulut UU

Stephen Breyer menolak pendekatan hukum yang terlalu kaku dan literalistik. Baginya, tugas utama hakim bukan sekadar menjaga kemurnian teks, tetapi memastikan bahwa demokrasi konstitusional dapat berfungsi secara efektif di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi.

Buku ini memperlihatkan pertarungan dua filsafat hukum besar di Amerika: antara hukum sebagai teks tetap, dan hukum sebagai instrumen demokrasi yang hidup.

Hakim Agung Breyer berpihak pada yang kedua. Ia percaya bahwa Konstitusi tidak boleh dipenjara oleh masa lalu. Konstitusi harus menjadi alat yang memungkinkan kebebasan, partisipasi publik, dan pemerintahan demokratis tetap hidup dalam setiap generasi.

Pada akhirnya, buku ini bukan hanya tentang teori hukum, tetapi tentang visi demokrasi itu sendiri: apakah demokrasi akan dipandu oleh interpretasi sempit terhadap kata-kata lama, atau oleh usaha terus-menerus untuk menjaga semangat keadilan dan pemerintahan rakyat dalam dunia yang terus berubah. Perlu dibaca oleh para hakim di peradilan umum dan juga penting untuk para hakim pada MA dan MK.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN