Heboh Penerima KIP Kuliah Usai Disentil Stafsus Presiden, Dua Politisi Demokrat Beda Pendapat

infopertama.com – Sejumlah Anggota DPR RI membantah pernyataan Staf Khusus Presiden (Stafsus) Billy Mambrasar yang mengatakan bahwa banyak keluarga dan orang dekat anggota DPR RI sebagai penerima program Kartu Indonesia Pintas (KIP) Kuliah.

Salah satunya Wakil Ketua Komisi X DPR  RI dari Partai Demokrat, Dede Yusuf. Ia dengan tegas membantah pernyataan Staf Khusus Presiden (Stafsus) Billy Mambrasar tersebut.

“Enggak benar (DPR beri KIP Kuliah untuk keluarga dan kolega). KIP Kuliah hanya untuk warga masyarakat yang berhak. Anak pejabat, anak orang kaya atau pengusaha sukses, tidak boleh mendapatkan itu,” ujar Politikus Partai Demokrat itu, Minggu (12/5/2024).

Dede melanjutkan, DPR RI memang memiliki kewenangan untuk mengusulkan siapa saja yang dianggap laik menerima program KIP Kuliah.

Tetapi, hal itu hanya bersifat meneruskan aspirasi dari masyarakat, bukan inisiatif wakil rakyat untuk mengajukan anak, saudara, dan orang dekatnya untuk menjadi penerima program KIP Kuliah.

“Salah satu tugas DPR adalah menyampaikan aspirasi dan meneruskan aspirasi. Sesuai UU MD3, termasuk beasiswa atau program negara lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar dia.

Selain itu, verifikasi seseorang berhak atau tidak menerima program KIP Kuliah diserahkan ke pihak universitas, bukan oleh DPR RI. Oleh sebab itu, tak mungkin anak anggota DPR RI bisa menjadi penerima program KIP Kuliah.

“Verifikasi dilakukan oleh kampus, apakah nama usulan tersebut layak atau tidak. Ada tes dan asesmen dari pihak perguruan tinggi,” ucap dia. 

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel