Bawang Merah Cocok di Daerah Dingin Manggarai, Anggota DPRD Lexy Armanjaya Usulkan Program Percontohan

Diskominfo Manggarai
Aleks Armanjaya, anggota DPRD Manggarai dari Partai Demokrat (Diskominfo Manggarai)

Ruteng, infopertama.com – Budidaya bawang merah kini mulai menunjukkan hasil positif di wilayah beriklim dingin Kabupaten Manggarai. Kelompok tani di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, berhasil membudidayakan bawang merah dan dalam waktu dekat siap memasuki masa panen.

Salah satu anggota kelompok tani, Stanislaus Wera di Desa Meler Kecamatan Ruteng, Senin (25/05), menjelaskan bahwa bawang merah yang mereka tanam tidak berbeda dengan bawang merah yang selama ini dibudidayakan di wilayah lain di Manggarai.

“Usia perawatan bawang merah ini sekitar 60 sampai 70 hari. Satu umbi bisa menghasilkan 20 sampai 25 biji,” jelas Stanis.

Keberhasilan budidaya bawang merah di daerah dingin tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Aleksius Armanjaya, SS., MH. Politisi yang akrab disapa Lexy itu hadir bersama Dinas Pertanian dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ruteng untuk melihat langsung perkembangan tanaman bawang merah di Desa Meler.

“Saya percaya bahwa setiap tanah punya potensi. Bukan jenis tanah yang menentukan hasil panen, tetapi cara kita memperlakukannya. Dengan sentuhan pengelolaan yang tepat, lahan ini mampu menghasilkan bawang merah yang segar, beraroma kuat, dan bernilai jual tinggi,” ujar Lexy.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Manggarai itu menilai, budidaya bawang merah di wilayah dingin dapat menjadi salah satu pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kelompok tani bawang merah Desa Meler menjadi bukti bahwa jika bisnis dan budidaya bawang ini dikelola dengan baik, maka akan menguntungkan dan membawa kesejahteraan bagi rakyat,” tambahnya.

Karena itu, Lexy meminta Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk mulai mengembangkan budidaya bawang merah di wilayah dingin dalam skala yang lebih besar melalui program percontohan atau pilot project.

Ia mengusulkan agar Dinas Pertanian bersama para PPL di Kecamatan Ruteng membentuk pilot project di 10 desa di Kabupaten Manggarai yang secara khusus mengembangkan budidaya bawang merah seperti yang dilakukan kelompok tani di Desa Meler.

“Desa-desa itu nantinya menjadi desa binaan yang mendapat perhatian khusus dari Dinas Pertanian,” katanya.

Lexy juga mendorong pemerintah daerah agar serius mengoptimalkan potensi kelompok tani bawang merah di wilayah dingin.

“Dinas Pertanian harus mengoptimalkan kelompok tani ini dan tancap gas mengelola budidaya bawang merah di daerah dingin,” tutup anggota DPRD dari daerah pemilihan Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, menyambut baik keberhasilan budidaya bawang merah di Desa Meler. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa wilayah dataran tinggi di Manggarai memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas hortikultura, termasuk bawang merah.*

“Ini menjadi pengalaman penting bagi kita bahwa bawang merah ternyata mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah dingin. Ke depan tentu akan kita evaluasi dan kembangkan secara bertahap bersama para penyuluh dan kelompok tani,” ujar Ferdy

Ia menambahkan, Dinas Pertanian siap mendukung pengembangan budidaya bawang merah melalui pendampingan teknis, penyediaan bibit, hingga penguatan kapasitas kelompok tani.

“Kami berharap budidaya ini dapat menjadi alternatif peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN