Apa yang ada padamu belum tentu ada pada saya. Apa yang ada pada saya belum tentu ada padamu. Dengan itulah manusia saling menghormati dan menghargai, saling mengisi dan melengkapi, saling melayani dan memperhatikan, saling menolong dan membantu dalam hidup.
Lebih daripada itu, hendaklah setiap ayah ibu menjadi ayah ibu yang baik terhadap anak-anaknya. Anak adalah pelanjut hidup ayah ibu. Maka bila ayah ibu baik, kebaikan itulah yang dilihat dan disaksikan, dialami dan dirasakan serta dihidupi dan dihayati oleh anak-anak. Kebaikan itulah yang dibawa terus dalam kehidupan anak sesudah orang tua tidak ada dan tidak hidup lagi di dunia ini. Maka janganlah orang tua menyaksikan dan mewariskan hal-hal buruk, sikap dan perilaku yang jelek kepada anak.
Anak juga tentu mesti menghormati dan menghargai, mendengarkan dan menuruti hal-hal yang baik dalam diri dan hidup orang tua. Bila mungkin ada sikap dan perilaku orang tua yang tidak baik dan tidak berkenan, anak yang baik tetap harus konsisten dengan cara hidupnya sendiri yang selalu mesti memihak dan memilih yang baik.
Ingatlah dan renungkan selalu selalu sabda Tuhan ini: “Jagalah lidahmu terhadap orang yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya” (Mzm 34: 14-15). Dalam segala peristiwa dan situasi apa saja, kita harus selalu melakukan yang baik da menjauhi yang jahat. Dengan itu tercipta dan terpelihara perdamaian yang dicari dan dibutuhkan oleh siapa saja di dunia ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




