Dengan kepenuhan roh itu, “selama hidup Elisa tidak gentar terhadap seorang penguasa, dan tidak seorang pun menaklukkannya. Tidak ada sesuatu pun yang terlalu ajab baginya, bahkan di kubur pun jenazahnya masih bernubuat. Sepanjang hidupnya ia membuat mukjizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan” (Sir 48: 12-14).
Dari kisah tentang Elia dan Elisa ini, ada beberapa pikiran yang perlu kita renungkan.
Korelasi Orang Tua dan Anak
Setiap orang adalah unik, khusus dan istimewa. Alasannya jelas. Setiap orang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Allah berfirman: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita … Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej 1: 26-27).
Dari sabda Tuhan ini, sebagai manusia setiap orang tua adalah gambar dan rupa Allah. Anak adalah manusia yang lahir dari orang tua. Maka gambar dan rupa Allah terbentuk dan tercipta dalam diri anak melalui orang tua. Tanpa orang tua, anak tidak lahir dan hadir sebagai gambar dan rupa Allah di dunia ini.
Dalam pemahaman ini, selain merupakan gambar dan rupa Allah, pada tingkat tertentu, anak adalah juga gambar dan rupa orang tua. Sebagai manusia, orang tua adalah gambar dan rupa Allah. Tetapi melalui orang tua, anak juga adalah gambar dan rupa Allah.
Dalam kesatuan relasi ini, jati diri seorang anak tentu membawa dan mewarisi gambar dan rupa orang tua dalam hidupnya. Orang tua adalah wakil Tuhan di dunia . Maka gambar dan rupa Allah, dapat anak lihat dan alami dalam dan melalui orang tua.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





