Albert Einstein mempunyai nasehat yang bijak mengenai hal ini: “Blind obedience to authority is the greatest enemy of truth”. Ketaatan buta terhadap otoritas adalah musuh terbesar dari kebenaran.
Tulisan ini hendak mengulas tiga pesan penting dari nasehat bijak Einstein. Pertama, agar kita senantiasa bersikap kritis di hadapan otoritas. Kedua, apa saja manfaat bersikap kritis bagi perkembangan intelektualitas kita. Ketiga, bagaimana cara merawat sikak kritis kita.
Taat Secara Kritis
Di sini menjadi penting mempertimbangkan nilai argumentasi sebagai syarat untuk tunduk dan taat pada otoritas. Sebaliknya taat pada otoritas tanpa mengkritisi nilai argumentasi disebut ketaatan buta (blind obedience).
Dengan diksi yang keras itu Einstein hendak menekankan pentingnya berpikir kritis. Kita tidak menerima informasi atau perintah tanpa mempertanyakannya. Sekalipun perintah itu datang dari pemimpin agama.
Einstein justru menyoroti betapa besar bahaya ketaatan buta terhadap otoritas. Tidak boleh hanya karena ketokohan seseorang atau sekelompok orang, seolah-olah menjadi jaminan kebenaran. Ini ketaatan buta yang dapat menghalangi atau menghambat kemajuan.
Maka setiap kali otoritas memberikan perintah, petunjuk, atau pertimbangan, Einstein memberikan setidak-tidaknya tiga pesan utama:
Pertama, bersikap kritis terhadap otoritas. Einstein menekankan pentingnya kritisisme terhadap otoritas dan tidak hanya menerima apa yang dikatakan oleh mereka tanpa mempertanyakan. Di sini mensyaratkan untuk tidak merasa takut dicap membangkang pada otoritas
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel


