Cepat, Lugas dan Berimbang

Berdoalah Untuk Bersatu

Kasih, dan bukan benci, mempersatukan manusia. Tetapi kalau kita membenci, kita akan terus berada dalam perasaan dendam dan saling mengancam satu terhadap yang lain. Mengapa kita membenci, alasannya bisa bermacam-macam. Antara lain, yang cukup sering terjadi adalah soal harta warisan. Ketika orang tua masih hidup, situasi aman-aman saja. Akan tetapi begitu orang tua meninggal dunia, mulailah anak-anak saling menggugat satu dengan yang lain. Apa yang sudah menjadi hak masing-masing anak sesuai pembagian orang tua, semuanya dapat dibatalkan atau digugat kembali.

Kadang-kadang terjadi bahwa ada anak yang mendapat warisan lebih dari orang lain. Itu pun adalah hak orang tua. Apalagi kalau anak tertentu amat memperhatikan dan memelihara orang tua sampai mati. Sudah pasti anak seperti itu mendapat warisan lebih daripada anak-anak lain. Sebab itu amat dianjurkan dan bahkan diharuskan agar setiap pembagian warisan harus dibuat secara tertulis, jangan hanya secara lisan. Bila warisan tidak jelas pengaturan atau pembagiannya, kita akan terus saling mengancam satu sama lain. Hidup kita terus merasa takut dan tidak akan pernah merasa aman dan nyaman.

Yesus menawarkan satu senjata untuk berhadapan dengan musuh adalah bukan alat-alat kekerasan seperti parang dan tombak, bukan bedil atau batu kayu, tetapi hanya berdoa dan berdoa. Kita berdoa bukan hanya bagi kita sendiri, tetapi terutama bagi musuh-musuh kita. Dengan berdoa, Tuhan sendiri akan menggerakkan hati orang yang jahat atau hati para musuh agar mereka tidak terus-menerus melakukan ancaman atau menyebarkan ketakutan dalam hidup bersama.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN