Anak Sumber Kegembiraan Hidup

Karena itu, hendaklah setiap anak diterima dan disambut dengan gembira dan sukacita. Setiap anak mesti dilindungi dan dipelihara dengan penuh kasih dan tanggungjawab. Memang betapa amat sedih dan menyedihkan ketika masih terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Dalam peristiwa kekerasan rumah tangga, amat sering ibu dan anak menjadi sasaran kebencian, kemarahan dan amukan emosi laki-laki atau suami. Lebih sedih lagi, ketika masih ada ibu yang begitu tega ‘menjual’, menyiksa dan membunuh anak kandung sendiri. Bahkan kasus aborsi atau pembunuhan janin masih marak terjadi di banyak tempat dan wilayah di mana saja, baik secara nyata maupun secara tersembunyi.

Kekerasan terhadap anak melahirkan generasi masa depan yang dihantui dengan trauma dan luka batin. Manusia traumatis dan penuh luka batin pasti sulit membawa harapan dan optimisme dalam hidup. Orang-orang demikian agak sulit memperlihatkan dinamika hidup yang berwajah cerah dan ceria bagi diri dan bagi orang lain.

Generasi ‘loyo’ lahir dari manusia ‘penuh trauma’ dan ‘luka batin’ dalam hidup. Generasi ‘loyo’ pasti bukan dambaan dan harapan Tuhan dan orang tua. Juga generasi ‘loyo’ bukan cita-cita dan kebutuhan gereja, bangsa dan Negara. “Bersukarialah, hai pemuda dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu” (Pkh 11: 9). Anak-anak dan orang muda pada dasarnya adalah generasi masa depan yang bersukaria dan bersukacita. Gembira dan sukacita adalah karunia dasar dari Tuhan bagi anak-anak dan orang muda. Anak-anak dan orang muda yang penuh kegembiraan dan sukacita adalah generasi masa depan harapan orang tua, gereja, bangsa dan Negara.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel