PEKAN BIASA XIII
Senin, 27 Juli 2022
Bacaan: Amos 2: 6-10.13-16; Matius 8: 18-22
Pada zaman nabi Amos bangsa Israel melakukan dosa atau kejahatan yang tidak bisa ditolerir lagi. “Mereka telah menjual orang benar untuk mendapatkan uang, dan orang miskin karena sepasang kasut. Mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara. Anak dan ayah pergi menjamah perempuan muda yang sama, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku” (Am 2: 6-7).
Terhadap bangsa Israel yang melakukan kejahatan terhadap orang-orang kecil, Tuhan berkata: “Sesungguhnya Aku akan mengguncangkan tempat kalian berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum. Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawam tak dapat melarikan diri. Pemegang panah tak dapat bertahan, orang cepat kaki takkan terluput dan penunggang kuda tak dapat meluputkan diri. Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu” (Am 2: 13-16).
Orang Kecil Sasaran Kejahatan
Dalam kisah ini, sasaran kejahatan orang Israel adalah orang-orang kecil, miskin dan sederhana yang tidak banyak berdaya. Orang benar dan orang miskin. Orang-orang lemah dan orang-orang sengsara. Kaum perempuan muda. Orang-orang kecil dan sederhana serta tidak berdaya ini diperlakukan semaunya saja atau sesukanya saja, mereka dijual seperti budak untuk mendapatkan uang. Mereka diinjak-injak kepalanya dan ditekan masuk ke dalam debu. Mereka sudah sengsara, tetapi dibelokkan dari jalan yang baik dan benar ke jalan yang lebih buruk dan jahat lagi. Kemudian, perempuan muda dijamah atau dilecehkan seenaknya oleh kaum lelaki, anak dan ayah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




