Akibat Kejahatan Terhadap Orang Kecil

Apabila orang-orang besar, kuat dan berkuasa mengalami kejadian atau peristiwa yang ‘tidak enak’ ini mungkin tidak terlalu menjadi persoalan berat. Orang-orang kuat, besar dan berkuasa pasti memiliki “power”, daya atau sarana untuk menghadapi dan mengatasi persoalan, penderitaan dan kesulitan yang terjadi. Juga kalau orang-orang besar, kuat dan berkuasa menjadi sasaran kejahatan dari luar atau dari orang-orang lain, pasti akibatnya tidak separah atau seberat seperti yang orang-orang kecil, miskin dan sederhana alami.

Berbeda dengan penderitaan dan kesulitan yang dialami oleh orang-orang besar, kuat dan berkuasa, orang-orang kecil, miskin dan sederhana rata-rata tidak bisa berdaya. Mereka sudah kecil, miskin dan sederhana, tetapi “dijahati” atau diperlakukan dengan sesuka hati lagi oleh para penjahat. Istilahnya, mereka ‘sudah jatuh lalu ditimpa tangga pula’. Sungguh berat akibat kesulitan dan persoalan mereka, penderitaan dan kesusahan mereka. Mereka benar-benar tidak dapat membela diri dan tidak dapat membebaskan diri dari beban hidup yang mereka hadapi dan mereka alami.

Sikap Tuhan Terhadap Orang Kecil

Orang-orang kecil, miskin dan sederhana dengan beban-beban berat yang tak terpikulkan amat mendapat perhatian dan kepedulian dari Tuhan. “Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu” (Dan 4: 17).

Tuhan bukan hanya membantu orang-orang kecil, miskin dan sederhana. Tetapi Tuhan juga mengidentikkan Diri-Nya dengan orang-orang kecil. “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar” (Luk 9: 48).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel