Cepat, Lugas dan Berimbang

Usia Penerimaan Sakramen Penguatan/Krisma: Catatan Yuridis-Teologis-Pastoral

infopertama.com – Pertanyaan tentang usia penerimaan sakramen penguatan/ krisma seringkali muncul ke permukaan. Ada yang mengajukan pertanyaan hanya demi memenuhi rasa ingin tahu semata-mata. Ada juga yang lahir dari rasa penasaran lantaran adanya praktik yang berbeda di lain tempat menyangkut usia penerimaan sakramen krisma.

Bahkan ada juga yang mengajukan pertanyaan dalam nada geram karena adanya kebiasaan di tempat tertentu yang mengizinkan anak-anak yang baru saja menerima komuni pertama untuk langsung menerima sakramen penguatan/ krisma yang nota bene tidak memahami makna sesungguhnya dari sakramen penguatan itu.

Pertanyaan atau gugatan seperti ini perlu disikapi secara serius. Karena dibalik itu ada hal yang serius pula yang tidak dapat dianggap sepele. Catatan yuridis-teologis-pastoral ini dimaksudkan untuk memberikan tanggapan sekenanya saja tanpa berpretensi untuk memberikan jawaban yang utuh dan komprehensif.

Sebelum ke jantung persoalan, penyegaran kembali pemahaman tentang hakekat sakramen penguatan dengan pelbagai dimensinya yang kaya-bernas sangat penting.

Ada dua alasan, pertama, berbicara tentang usia penerimaan sakramen penguatan tidak dapat dipisahkan dari pembicaraan tentang hakekat sakramen. Kita perlu memahami dengan baik apa sesungguhnya sakramen penguatan/ krisma itu.

Kedua, pemahaman yang tercerahkan tentang hakekat sakramen membantu kita dalam mencermati lebih baik keseluruhan pembahasan tentang sakramen penguatan. Termasuk usia yang ditentukan untuk penerimaan sakramen ini.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN