Sudah Dapat kah Kembali Saudaramu?(satu catatan)

Bagaimanapun, setiap kita pasti telah lewati jalan, sikap, tindakan, perbuatan, kehendak, atau kata-kata yang salah atau eror terhadap sesama. Salah dan kekhilafan telah jauhkan kita dari rantai kebersamaan. Kita bisa jauh dan asing dari suasana ekologi Kasih, persahabatan, rasa kekeluargaan dan segala rasa penuh ‘bebas dan spontan dalam kekitaan.’

Tak mungkin kita tak miliki hati penuh rindu untuk ‘pulang dan kembali.’ Israel di kejauhan di tanah pengasingan tetap rindu pulang ke tanah asalnya. Israel tak ingin terus berlamentasi penuh senduh di dekat sungai-sungai Babilonia (Mzm 137:1). Dan Israel rindukan kembali ke pangkuan kasih Yahwe.

Di bumi yang berputar ini, tetap ada Kasih yang selalu mengalir. Dan Kasih itu tak pernah berhenti. Dan aliran kasih itu selalu membasahi hati orang-orang yang benar, yang tulus ikhlas, yang selalu memiliki keberanian tanpa menghancurkan demi “mendapatkan kembali sesama, saudaranya.”

Namun Yesus ingatkan “Jika ia mendengarkan nasihatmu…..”

Semoga terciptalah perjumpaan dalam kasih antara Hati yang Bicara dan Hati yang Sungguh Mau mendengarkan… Dan jika ada ‘bicara yang tajam dan keras, itulah yang sekiranya mesti terjadi di bawah empat mata. Tidak kah Amsal ingatkan:

“Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah”
(Amsal 27:5-6)

Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro – Roma

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel