infopertama.com – Sebelum pertemuan Asosiasi Pangan Lokal dimulai di Aula KSP Mawar Moe pada 16 Mei 2026, Donatus Tanggu duduk santai sambil minum kopi bersama beberapa anggota lainnya.
Suasana masih cair untuk Lejong. Sesekali terdengar tawa kecil dari para peserta yang baru datang dari Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, serta Kecamatan Satar Mese dan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mewawancarai Donatus yang datang lebih awal dengan mengenakan topi.
Saat diwawancarai, pria asal Ulu Ngali itu menjawab setiap pertanyaan dengan wajah senang. Ia bahkan tertawa terbahak-bahak ketika menceritakan perbedaan antara harapannya saat merantau ke Malaysia dan kenyataan yang dihadapi selama bekerja di sana.
“Waktu berangkat saya pikir kalau kerja di Malaysia pasti bisa cepat kumpul uang. Ternyata tidak gampang. Pendapatan kecil, kebutuhan keluarga tetap jalan,” katanya sambil tersenyum.
Dua tahun merantau ke Malaysia ternyata belum mampu mengubah keadaan ekonomi keluarganya secara signifikan. Penghasilan yang diperolehnya tergolong kecil dan belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga secara memadai. Biaya hidup yang tinggi serta tanggung jawab keluarga di kampung membuat harapan memperbaiki ekonomi belum benar-benar tercapai.
Pengalaman itu akhirnya mendorong Donatus untuk kembali ke kampung halamannya. Sepulang dari Malaysia, ia menggantungkan hidup pada usaha memelihara babi dan sapi serta bekerja sebagai buruh proyek konstruksi.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ia tidak bekerja sendiri. Istrinya memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga, terutama melalui ketekunannya memelihara ternak babi dan sapi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







