Tangan, mulut dan suara kita senantiasa dipakai Tuhan untuk menuntun dan meneguhkan saudara-saudari kita kembali ke jalan lurus. Semuanya dimeterai dalam kehangatan KASIH. Kita ditantang untuk bertarung demi hilangkan kata-kata dan sikap yang mencecar, mendepak dan mengasingkannya. Kiranya kata-kata Ananias tetaplah menjadi kata-kata kita kepada dunia dan sesama, “Engkau tetaplah saudara dan saudariku….”
Sebab, ketika kita ingin mengambil jarak jauh dan tegas dengan sesama-sesama yang tak elok, justru Tuhan memaksa kita untuk kembali dalam kasih kepada sesama-sesama kita itu.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



