Cepat, Lugas dan Berimbang

Satu Sisi Dunia Pendidikan

Dunia Pendidikan
Bernardus T. Beding, Dosen pada UNIKA Santu Paulus Ruteng

Semakin sederhana masyarakat, kian menuntun peran tradisional pendidikan ini. Meyakini bahwa Tradisi sebagai penentu kelangsungan hidup masyarakat. Dengan demikian, transmisi tradisi oleh generasi yang lebih tua, yaitu para pendidik kepada generasi yang lebih muda, menjadi tujuan tunggal pendidikan. Pada titik ini, institusi pendidikan tidak lebih dari agen konservasi sosial. 

Sisi Lain Pendidikan

Sisi lain, menuntut pendidikan memainkan perannya lebih sejati, yakni sebagai sarana regenerasi sosial. Mengarahkan misi pendidikan untuk membantu perwujudan format cita-cita masyarakat.

Pranata pendidikan harus menjadi pemimpin dalam membangun dunia yang lebih baik. Tugas pokoknya adalah merefleksikan tradisi dan konsekuensi status quo, agar selanjutnya mampu secara kreatif menciptakan jalan-jalan alternatif menuju kehidupan bersama (convivum) yang lebih bermutu.

Karenanya pendidikan harus membebaskan diri dari berbagai bentuk penyeragaman atau keseragaman untuk memberikan peluang sebesar-besarnya bagi mekarnya potensi-potensi individu demi transformasi masyarakat.

Mestinya lebih memerhatikan peran progresif transformatif ini daripada peran konservatif-reproduktif.

Isu kedua tentang tujuan pendidikan adalah tegangan antara pendidikan untuk membina kehidupan bersama dengan pendidikan untuk mendorong perkembangan individu seoptimal mungkin.

Dalam konteks pembinaan kehidupan bersama, pendidikan dipandang sebagai sarana rekayasa sosial demi persatuan dan kesatuan bangsa. Misalnya, dengan menyubordinasikan individu di bawah kepentingan publik atau hegemoni negara. 

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN