Kemudian membuat rekapan penjualan harian, jumlah barang yang laku dan yang belum laku. Lalu, menghitung apakah pendapatan hari itu minus, kurang atau plus, jika minus mengapa? Hal ini penting sebab sadar atau tidak sadar kita sering juga mengambil barang di Kios untuk dipakai atau dikonsumsi sendiri tanpa melalui proses pembelian.
Dia juga menggarisbawahi satu hal yang sangat penting, yaitu cara memajangkan barang yang dijual pada Rak dimana posisinya harus menempatkan merek produk ke arah calon pembeli, konsumen begitu masuk ke kios kita, dia langsung tahu mereka atau jenis barang yang dijual.
Dia juga menambahkan bahwa setiap kejadian penjualan barang harus dicatat dalam buku stok yang memuat informasi tentang nama barang, jenis barang, jumlah barang yang ada, merek barang, jumlah yang laku, jumlah yang belum laku, dan masa berlaku dari masing-masing barang. Buku stok ini harus selalu diopname, bisa setiap 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Informasi dari buku stok ini, akan membantu kita dalam menentukn barang yang diorder.

Edu, salah peserta program KUBIK yang mengembangkan usaha kios sembako di Kampung Dalo, Kecamatan Ruteng ketika dimintai tanggapan terkait materi pelatihan mengatakan bahwa materi pelatihan yang diberikan sangat penting dan dibutuhkan bagi kami, khususnya saya, dimana tadi dijelaskan tentang pembukuan stok barang yang dicatat setiap hari, di dalamnya memuat informasi jenis dan jumlah barang yang ada, yang sudah dan belum laku dari segi jumlah, kemudian yang lambat laku. Saya akan membuat buku ini untuk menjadi pegangan dalam mengelola usaha kios.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







