Hal yang penting dilakukan dalam menjalankan usaha kios berdasarkan sudut pandang melek keuangan, adalah membuat keputusan yang tepat terkait pengelolaan keuangan dari pendapatan kios per hari, dimana sebaiknya 10 -20 persen ditabung di Koperasi Kredit untuk tujuan investasi, baik langsung maupun tidak langsung (uang mencari uang), persiapan modal jika skala usaha kios ditingkatkan di masa mendatang dan juga untuk mempersiapakan biaya pendidikan bagi anak-anak, kesehatan, asuransi dll.
Investasi langsung, jelas Rikhard, maksudnya, adalah uang atau modal digunakan (ditanam) untuk usaha. Misalnya usaha kios, hortikultura, tenun, dsb. Sedangkan investasi tak langsung, adalah uang yang kita peroleh sebagai pendapatan dari usaha tadi disimpan di koperasi kredit pada jenis simpanan deposito dengan mempertimbangkan nilai bunganya.
Di Koperasi Simpan Pinjam CU Florette, kata Rikhard, ada satu jenis simpanan deposito, namanya SISUKA (Simpanan Sukarela Berjangka), dengan pemberlakuan bunga deposito, yaitu, untuk Jangka Waktu 3 bulan diberikan bunga 4 % / tahun, Jangka Waktu 6 bulan, bunga 5 % / tahun, Jangka Waktu 9 bulan, bunga 5,5 % / tahun, dan Jangka Waktu 12 bulan diberikan bunga 6,0 % / tahun. Melihat nilai bunga dari jenis simpanan ini, maka saran Rikhard, sebaiknya teman-teman “menanam” (investasi) di Koperasi Simpan Pinjam CU Florette.
Sedangkan Martin Siagian, Head Supevisor YtelMart pada sesi berikutnya menjelaskan tentang managemen pemasaran. Menurut Philip Kotler, seorang ahli pemasaran terkenal, jelas Martin, managemen pemasaran adalah sebuah analisis perencanaan, yang diawali dengan rencana kemudian diimplementasikan dan pengendalian sebagai sebuah tahapan yang dirancang untuk menghasilkan keinginan pasar.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







