Cepat, Lugas dan Berimbang

Program KUBIK Yayasan Ayo Indonesia latih cara Pemasaran Sembako bagi Penyandang Disabilitas

Pengendalian yang dimaksud adalah pengecekan terakhir, bagaimana kita mengecek apa yang telah kita lakukan, apa yang kita sudah rencana sudah berjalan semua atau tidak. Tujuan pemasaran itu, pada intinya adalah untuk memaksimalkan keuntungan, kemudian untuk mencapainya kita harus memiliki strategi dalam bentuk rencana dan tugas (aktivitas).

Tugas kita sebagai penjual, Jelas Martin, adalah pertama, mengenal produk secara mendalam dan memperkenalkanya (promosi) kemudian kepada calon pembeli dengan cara bicara atau komunikasi yang baik (ramah) agar bisa menarik calon pembeli untuk membeli. Kita harus sungguh tahu tentang barang yang kita jual.

Cara lain yang baik, lanjut Martin, untuk memperkenalkan kita punya produk atau barang jualan kepada calon pembeli adalah melalui media sosial (facebook, WhatsApp, Tik-Tok, Instagram). Kedua, memastikan kepuasan konsumen, misalnya bapak-ibu yang punya kios, agar dipastikan berada dalam kios ketika sudah dibuka supaya konsumen bisa langsung dilayani, melayani mereka dengan penuh keramahan sehingga dalam mindset konsumen kita dikenal sebagai kios yang menunjukkan pelayanan yang baik.

Program KUBIK
Martin Siagian, Head Supevisor YtelMart (iP)

Ketiga, mempunyai target penjualan, dari pengenalan produk tadi kita harus punya target. Misalnya, barang A, dia harus laku dalam jumlah berapa dalam sehari atau seminggu? Oleh karena itu kita harus mencatat mana barang yang cepat laku (fast moving) dan barang yang lambat laku (slow moving) supaya menjadi acuan dalam menentukkan target penjualan dan jenis barang yang diorder berikutnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN