Jeri Santoso, Koordinator program KUBIK, penanggungjawab dari kegiatan pelatihan tersebut dalam penjelasan tentang maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan mengatakan bahwa pelatihan ini dimaksudkan agar para peserta pelatihan yang sudah menjalankan usaha kios atas dukungan program KUBIK memiliki keterampilan terkait pembukuan untuk mencatat stok barang harian, mencatat barang yang masuk dan keluar, cara melayani para calon pembeli, pengaturan tempat pajangan, pengaturan akses masuk kios, kemudian terkait pengelolaan keuangan, memahami koperasi kredit sebagai tempat menyimpan uang (menabung), berinvestasi serta sumber permodalan sehingga usaha kios benar-benar dikelola lebih baik, pendapatan terus meningkat.
Narasumber pada pelatihan ini, ada 2 orang, yaitu Martin Tarigan, Head Supervisor di YtelMart dan Rikhardus Roden, salah satu anggota Badan Pengurus dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Florette.
Kepada Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Manggarai, para peserta Program KUBIK dan Peserta lain yang bukan sasaran program KUBIK, dia juga menjelaskan juga bahwa sejak tahun 2022 Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan LNR mendorong 25 orang penyandang disabilitas untuk berbisnis (wirausaha) hortikultura, kios sembako, penjualan sayur mayur, peternakan, tenun, obat tradisional, dan menjahit. Peserta yang hadir pada pelatihan hari ini adalah peserta program KUBIK yang telah mengembangkan usaha kios sembako.
Rikhardus Roden, salah satu narasumber, dalam menjelaskan melek keuangan kepada para peserta pelatihan, berharap, usaha kios yang dipilih oleh para peserta KUBIK sebagai sumber penghidupan merupakan bagian dari Rencana Anggaran Pendapatan Belanja yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan. Peserta harus yakin bahwa usaha kios adalah cara untuk menambah pendapatan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







