Kedua, hendaklah kita menjadi orang yang terbuka bagi semua orang untuk menjadi saksi Kristus dan Injil-Nya kepada siapa saja dalam hidup dan karya kita.
Nasrudin berdiskusi dengan hakim kota. Hakim memulai: “Seandainya setiap orang mematuhi hukum, pasti aman ”. Terus Nasrudin berkata: “Bukan manusia yang mematuhi hukum, tetapi hukum harus disesuaikan dengan kemanusiaan. Hukum harus mematuhi kemanusiaan.” Kata hakim: “Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Tuan. Kalau Anda, memilih harta kekayaan atau kebijaksanaan.” “Tentu, saya memilih harta kekayaan.” “Memalukan, Anda seorang cendikiawan memilih kekayaan daripada kebijksanaan.” “Kalau pilihan Tuan sendiri, apa?” Tanya Nasrudin. “Tentu saya memilih kebijaksanaan.” Nasrudin menutup: “Terbukti semua orang memilih untuk memperoleh apa saja yang belum dimilikinya” {Humor Sufi: Teori Kebutuhan, Internet, Garut, 28 Juni 2022}.
Keterbukaan dalam pergaulan dengan orang baru adalah suatu kebijaksanaan untuk mendapat hal-hal baru dalam hidup. Itulah sumber kekayaan rohani hidup kita. Kita belajar banyak hal baru, apabila kita terbuka kepada orang lain dalam hidup ini. Marilah kita menjadi orang yang terbuka kepada siapa saja.
Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




