Kebingungan dunia pendidikan Indonesia bukan bersumber dari hilang atau tidaknya P5, melainkan dari absennya komunikasi kebijakan yang transparan, lugas, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh guru di ruang-ruang kelas ihwal apa yang berubah, apa yang dipertahankan, dan apa langkah konkret yang harus dikerjakan pada Senin pagi.
Sampai negara mampu merumuskan kebijakan dalam bahasa praktis yang dipahami oleh para pendidik, selama itu pula guru akan berjalan di atas ketidakpastian, dan peserta didik rentan menjadi pihak yang terdampak oleh siklus pergantian administratif yang tiada akhir.
Yang berubah adalah cara. Yang tetap adalah nilai.
★Dosen dan Budayawan, berdomisili di Ruteng, Flores)
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











