Cepat, Lugas dan Berimbang

Menjadi Pemimpin yang Baik

Secara amat khusus, kita berharap dan berdoa agar pemimpin-pemimpin kita mulai dari strata paling tinggi sampai strata paling bawah, benar-benar belajar dari raja Yosia. Yaitu kiranya mereka menjadi pemimpin yang beriman dan yang setia mendengarkan dan mengukuti rencana dan kehendak Tuhan. Pemimpin siapa saja dan pemimpin apa saja boleh pandai berpolitik, memiliki banyak pengetahuan dan kemampuan atau kapasitas, namun dia tidak dapat berjalan sendiri dan bertindak sendiri.

Apabila seorang pemimpin berjalan sendiri dan bertindak sendiri, ia akan mudah menjadi seorang diktator, kejam dan bengis. Ada pepatah lama: ikan cepat busuk mulai dari kepalanya. Pemimpin yang berjalan sendiri dan bertindak sendiri akan menjadi pemimpin yang busuk karena sikap dan tingkah lakunya yang tidak peduli orang lain dan masah bodoh pada Tuhan.

Setiap pemimpin hendaklah merenungkan dan memaknai sabda Tuhan ini. “Janganlah kamu disebut pemimpin, karena hanya satu pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Mat 23: 10-11). Seorang pemimpin yang baik harus tetap bergerak dan bertindak di bawah tuntunan dan bimbingan Sang Mesias, Pemimpin Ilahi, yaitu Tuhan sendiri. Di bawah tuntunan dan bimbingan Tuhan, pemimpin yang baik selalu hadir untuk melayani dan bukan untuk menguasai orang lain.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN