Cepat, Lugas dan Berimbang

Menjadi Pemimpin yang Baik

Dari kisah suci ini, kita dapat menemukan contoh tentang seorang pemimpin duniawi atau pemimpin politik yang baik. Yosia itu adalah seorang raja Israel. Tetapi meskipun ia seorang raja, seorang pemimpin politik atau pemimpin duniawi, namun ia adalah juga seorang yang sangat beriman. Ia seorang pemimpin yang sangat takut, taat dan patuh pada Tuhan. Ia mendengarkan sabda Tuhan sampai dia mengoyakkan pakaiannya. Perbuatan mengoyakkan pakaian adalah tanda penyesalan atas dosa dan salah. Ia merasa tidak pantas dan tidak layak di hadapan Tuhan. Maka Ia amat menyesal dengan mengoyakkan pakaiannya.

Lebih lanjut, ia mempengaruhi orang lain, seluruh rakyat dan semua jajaran penguasa dan pemimpin dalam kerajaan. Ia meminta dan mengharuskan semua orang dan seluruh rakyat untuk mengikat perjanjian dengan Tuhan. Isinya adalah supaya mereka semua hidup dengan mengikuti Tuhan dan menuruti perintah-perintah-Nya dan peraturan dan ketetapan-Nya dengan segenap hati dan segenap jiwa.

Kita Semua Menjadi Orang yang Baik dan Pemimpin yang Baik

Berdasarkan kisah ini, kita berharap dan berdoa agar kita semua seperti raja Yosia dan seluruh rakyatnya benar-benar menjadi orang yang baik. Kita menjadi orang baik, karena kita takut, taat dan patuh pada Tuhan. Kita menjadi orang baik, karena kita tidak mengikuti rencana dan kehendak, pikirin dan kemauan kita sendiri. Dan, kita pasti memiliki rencana dan kehendak sendiri, pikiran dan kemauan sendiri, namun janganlah ada pertentangan antara rencana dan kehendak kita dengan rencana dan kehendak Tuhan. Tidak boleh ada perlawanan antara pikiran dan kemauan kita dengan pikiran dan kemauan Tuhan. Kita harus mengikuti rencana dan kehendak Tuhan, pikiran dan kemauan-Nya dan bukan Tuhan harus mengikuti rencana dan kehendak kita, pikiran dan kemauan kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN