Menjadi Orang Pilihan Istimewa

Pilihan Istimewa Tidak Bebas Dari ‘Hukuman’

Menurut pikiran umum, orang yang istimewa pasti juga diperlukan secara istimewa. Artinya, sebagai bangsa istimewa dan bangsa kesayangan Tuhan, pasti orang Israel selalu dilindungi dan dibela oleh Tuhan. Hal demikian memang banyak terjadi dalam perjalanan bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir. Tuhan benar-benar menjaga dan memelihara mereka dari kelaparan dan dari serangan-serangan musuh.

Akan tetapi sikap dan perbuatan Tuhan seperti itu tidak pernah membenarkan dosa dan kejahatan yang mereka lakukan. Maka ketika mereka berbuat dosa dan kejahatan, mereka juga benar-benar dididik dan dibina, bahkan dihajar dan dihukum oleh Tuhan. Melalui Amos, Tuhan berkata: “Aku telah menjungkirbalikkan kota-kotamu seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kalian menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran” (Am 4: 11).

Menjungkirbalikkan kota atau menghancurkan dan meluluhlantakkan bangunan-bangun jelas bukan perbuatan yang terpuji, tetapi hal itu bisa menjadi salah satu bentuk pendidikan dan pembinaan yang efektif bagi manusia yang berdosa dan melakukan kejahatan. Kadang-kadang bila bentuknya ringan-ringan dan enteng-enteng saja, manusia tidak bertobat. Tetapi dengan cara yang agak keras dan kasar manusia mengalami efek jera dalam hidup. Mnusia merasa ‘kapok’ dengan dosa dan kejahatan yang dilakukan.

Jadilah Orang Baik Bila Kita Istimewa

Seperti bangsa Israel, mungkin kita menjadi orang pilihan yang istimewa dari Tuhan. Kita memiliki banyak kemampuan dan kelebihan. Kita tidak mengalami banyak kesulitan, persoalan dan masalah dalam hidup. Kebutuhan hidup kita selalu cukup dan berkecukupan. Kita tidak menemukan kekurangan yang berarti. Kita selalu merasa terlindung dan terpelihara dengan baik.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel