Cegah Demanggaraisasi, UNIKA St. Paulus Ruteng Gelar Aneka Lomba Budaya Manggarai tingkat SMA/ SMK
“Kegiatan ini bukan semata untuk memeriahkan dies natalis ke-21 PGSD, tetapi juga memiliki nilai penting yang tersirat dalam kegiatan ini yakni mengasah kemampuan mengajar mahasiswa yang adalah guru di masa yang akan datang,” kata Kanis.
Kanis Juga melanjutkan bahwa Lomba microteaching itu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ajang belajar bersama.
“Lomba microteaching ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai ajang belajar bersama untuk meningkatkan kualitas pengajaran,” tutup Kanis.
Sementara itu, di tempat yang sama Faustina Ona, salah satu peserta lomba menyampaikan kepada media ini bahwa kegiatan itu berfungsi untuk mendapatkan umpan balik konstruktif dari para juri terhadap peserta lomba.
“Selain sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun program studi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengasah kemampuan mengajar dan mendapatkan umpan balik konstruktif dari para juri,” ungkap Faustina.
Faustina juga melanjutkan bahwa kegiatan itu sangat berfaedah bagi mereka yang adalah calon guru di masa depan. Menurut dia, mereka dapat belajar dari pengalaman lomba itu. Melalui kegiatan itu mereka bias mengenal dan mengetahuhi bagian-bagian yang perlu mereka lengkapi dalam cara mengajar peserta didik.
Sang juara itu berharap agar lomba microteaching menjadi agenda tahunan di Program Studi PGSD Unika St. Paulus Ruteng.
Faustina juga berharap agar kegiatan itu dapat terus berlanjut dan semakin banyak mahasiswa yang terlibat. Dia menilai bahwa kegiatan itu merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempersiapkan mahasiswa yang adalah calon guru menjadi guru yang profesional dan berkualitas.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






