Ruteng, infopertama.com – UNIKA Santu Paulus Ruteng menggelar Lomba Budaya Manggarai dengan berbagai mata lomba dalam bahasa daerah Manggarai, Selasa, 14 Mei 2024 yang berlangsung di Aula Gedung Utama Timur Lantai Lima Unika Ruteng.
Lomba Budaya Manggarai ini mengikutkan SMA/ SMK negeri maupun swasta se-Manggarai Raya dengan beberapa mata lomba. Di antaranya yakni puisi, pidato dan torok dalam bahasa Manggarai.
Untuk Mata Lomba Torok terbagi lagi dalam beberapa jenis torok, antara lain torok tiba woe, torok penti, torok tiba ema uskup dan torok pentekosta.
Adapun Lomba Budaya Manggarai yang disaksikan langsung oleh para Peneliti BRIN ini sebagai bagian dari berbagai rangkaian kegiatan Dies Natalis UNIKA St Paulus ke 65.
Memulai acara Lomba Budaya Manggarai dengan ritus tuak kapu yang dibawakan pemerhati dan Praktisi Budaya Manggarai, Romo Ino Sutam.
Wakil Rektor I UNIKA, Dr. Marselus Ruben Payong, dalam sambutannya mengulang pendapat Profesor Robert Lawang pada tahun 1993 saat Yubilium ke 80 Keuskupan Ruteng, bahwa orang-orang Manggarai sedang gerak dalam arah atau proses Demanggarasasi.
Pada Demanggaraisasi ini, Robert Lawang memberikan beberapa indikasi menarik, salah satunya bahasa. Selain bahasa, indikasi lain yang tidak kalah penting adalah soal penamaan. Nama-nama orang Manggarai semakin ke sini tidak ada lagi khas Manggarai, jadi sudah tidak jelas.
Demikian Marselus Payong menjelasakan bahwa UNIKA merasa penting mengangkat tema Budaya dalam Budaya Manggarai sebagai langkah penting untuk menjaga identitas Lokalitas, khas Manggarai. Terutama, di tengah arus Globalisasi dan Proses Globalisasi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp ChanelÂ
Â







