Kritik, Politik dan  Luka Kita Sendiri

Ketika “penyembuh yang terluka” kembali pada diri yang rapuh dan jalan hidup sendiri yang rentan, maka lainlah ceritanya pada pengkritik yang kasar. Para pengkritik yang kejam itu bertarung untuk ‘hilangkan jejak-jejak hitamnya’ dengan membawa semuanya untuk diletakkan pada ‘bahu orang lain.’

Mekanisme diri penuh defensif terjadi pada individu (pengkritik keji) yang secara lihai proyeksikan ketidakhebatan atau kegagalannya seolah-olah semuanya itu adalah ‘peristiwa rapuh milik orang lain.’ Kepada orang lain diletakkan ‘beban-beban yang hampir tak terpikulkan. Namun dengan satu jaripun, ia tak bernyali untuk menyentuhnyanya. Walau dengan ‘satu ujung jari  solusi sederhana sekalipun.’

Kita lagi kebanjiran para pengkritik keji. Dan dari mulut dan lidah mereka ditembakkanlah peluru-peluru tajam melejit. Adakah yang salah dari berbagai lesatan kritik? Pasti tidak! Berpikirlah gagah serentak teduh. Di balik segala kata-kata tajam tetap ada harapan elok walau dalam cara nista, bahwa selalu ada harapan untuk berubah dan semakin menjadi lebih baik.

Bagaimanapun, keasyikan pelorkan kata-kata kritik demi yang lain, atau berupaya ‘mempertontonkan tidak indahnya orang lain,’ orang jadinya lupa akan segala kesemberawutan lalulintas dalam diri sendiri. Lupa akan “tengoklah ke dalam sebelum bicara (kritik), dan singkirkan debu dalam diri sendiri yang masih melekat.”

Kita bisa terperangkap dalam dinamika suram sebagai “penyembuh yang seolah-olah suci lahir dan di dalam batin.” Di titik inilah, mungkin dalam nafas Bang Ebiet kita bermenung, sepantasnya, “Mari kita bersama-sama berkaca. Lihat luka bernanah di wajah kita…..” Yesus, Guru ilahi, menantang dengan satu pertanyaan mendasar: “Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3).

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses