Cepat, Lugas dan Berimbang

Kita ini Terkadang Lebih Banyak Bikin Susah Diri Sendiri, Bro!

Saya curiga pasti …..

Hampir pasti bahwa setiap individu, ya kita-kita ini ‘yang sebenarnya masih berada di level curiga, namun telah begitu mudah berakrobat ke level kepastian.’ Kalimat yang sungguh diminati namun sebenarnya menjerat adalah “Saya curiga, pasti!.” Baru curiga tapi sudah memastikan! Dan ini sungguh menyiksa ‘rasa hati dan pikiran.’

Tentu, ini tak berarti bahwa curiga, pertanyaan yang menakutkan atau pengandaian yang memberatkan itu tak berarti. Tidaklah demikian! Tetapi, kenapa kah hal-hal yang memberatkan itu mesti ditempatkan sebagai pokok, yang utama atau sentrum dalam hidup?

Seorang yang beriman mesti dasarkan hidup pada iman, keyakinan, kepasrahan dan penyerahan diri pada Tuhan! Bukan pada ketakutan, pada pesimisme atau pada segala ketidaktenangan yang menyeret diri dan hidup kita kepada kekerasan dan tanpa harapan! Kita, sekiranya, terlalu bebankan diri dengan sekian banyak ‘pertanyaan dan pengandaian yang menakutkan.

Kita mesti jadi manusia beriman

Tidak kah kita, sepantasnya, terangi diri dalam pencerahan Rasul Paulus di dalam penyerahan dirinya penuh iman pada Tuhan? Sebab katanya, “Jika Allah di pihak kita siapakah dapat melawan kita?” (Rm 8:31). Hidup di dunia sungguh punya tantangan dan kisah-kisah tak elok pula. Bagaimanapun, dalam iman, kita ‘tak terjepit walau ditindas, tak putus asa walau habis akal, tak ditinggal sendirian walau dianiaya, tak kan binasa walau dihempaskan’ (cf 2Kor 4:8-9).

Sekiranya memang demikianlah tesis penuh kedalaman iman kita, iya semuanya mesti dibawa pada apa yang disebut Penyelengggaraan Allah dan atas kehendakNya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN