Cepat, Lugas dan Berimbang

Kita ini Terkadang Lebih Banyak Bikin Susah Diri Sendiri, Bro!

Tetapi, mari kembali ke pertanyaan mendasar itu: “Apakah dengan itu kesusahan dan pikiran tak karuan segera pergi dan berlalu?” Ya, sabar dulu, Bro! Kita sering dibenturkan dengan kenyataan jaminan yang tak begitu saja dapat menjamin penuh demi satu kepastian. Sepertinya semuanya terjamin, bermodal, dan ada penyandang, punya penyanggah atau tersedia penopang yang mumpungi. Tetapi toh semuanya terasa masih jauh dari satu sukacita keberhasilan. Dan lagi?

Seandainya yang menakutkan

Bila kita jujur, acap kali kita biarkan sekian banya pengandaian ini dan itu, yang nota bene berat dan bernada tak sedap, menerobos masuk dalam hati dan pikiran. Itulah yang disebut sang Bijak sebagai ‘pengandaian atau pertanyaan yang menakutkan.’

Katanya pula, bahwa pertanyaan-pertanyaan itu tak hanya berkecamuk dalam situasi-situasi berat. Tetapi dalam keadaan ‘biasa-biasa saja’ pengandaian itu bisa sungguh mengusik ketenangan. Yang bikin ‘tidur tak tenang’ atau makan tak berselera.

Segenggam pertanyaan itu oleh sang Bijak dideret  seperti, “Bagaimana sekiranya usahaku gagal? Kesehatanku surut? Jika ia benar-benar khianatiku dan pergi bersama yang lain? Sekiranya anak-anakku tak jadi orang dan tak berhasil? Bagaimana sekiranya harapan-harapanku yang tersembunyi pada akhirnya tak tiba pada kenyataan?”

Katanya, tentu saja bahwa pertanyaan-pertanyaan penuh ketegangan ini wajar merasuk hati. Toh, selama kita berziarah di kefanaan bumi dan mesti dihadapkan dengan kerentanan kemanusiawian kita, kita didera gelombang ketakpastian yang berkecamuk. Bagaimanapun, yang menjadi tantangan terbesar dan berat sekiranya ‘yang semua sebatas pengandaian dan pertanyaan-pertanyan menakutkan itu segera diubah jadi kepastian. Dan lebih merasuk sukma saat hal-hal itu ‘sungguh diyakini dan disembah sebagai kebenaran.’

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN