Kita Bisa Letih Lesuh Tak Bergairah

Tetapi juga….

Tidak kah kita sesekali lepaskan rantai rohani kita sambil kembali ke alam spontanitas? Di situlah kita temukan dan maknai kembali madah kemerdekaan diri dan ziarah hidup. Dari segala kisah dan tempat yang pernah kita lalui. Kosmos adalah tempat syering kehidupan terungkapkan dan dimaknai.

Jika semuanya ini benar dan sungguh terhayati, maka disiplin rohani itu hanyalah salah jalan kita menggapai Tuhan semesta, mendapatkan sesama-sesama kita dalam persahabatan dan mengalami alam serta lingkungan dalam keasriannya.

Disiplin rohani itu, kata si bijak, “tak sakral.” Dia tak boleh ditempatkan sekian elitis. Yang membatasi, atau bahkan menjerat kita ke alam yang ‘memisahkah kita’ dari keseharian dan dari apa adanya serta pada umumnya…

Karena itulah….

Kita sepantasnya dijarakkan dari imperium ‘disiplin rohani.’ Satu catatan penuh makna sekiranya pantas disimak:

‘Kadang kita harus melepaskan diri bukan dari dunia yang sibuk, tapi dari disiplin rohani kita yang menyibukkan, agar bisa mendapatkan energi untuk meneruskan perjalanan kita.’

Akhirnya baru tertangkaplah makna bahwa ‘hidup mesti juga dilepaskan dari alam super market yang serba wah penuh disiplin dan aturannya. Untuk mesti kembali juga dan nikmati lagi alam Pasar Mbongawani atau Pasar Senggol yang sumpek, ramai, jubel dan bersesakan….’

Bagaimana pun

Di situlah terdapat pula harapan dan impian tentang hidup ini….
Yang santai, ceriah dan penuh spontannya.

Verbo Dei Amorem Spiranti

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel