Secara ideal, keluarga adalah secure base—tempat individu merasa diterima, dilindungi, dan dapat kembali ketika dunia luar terasa mengancam. Namun dalam realitas, tidak semua keluarga memiliki kualitas relasi yang sehat. Komunikasi yang buruk, konflik yang dipendam, serta batasan yang kabur dapat mengubah kedekatan menjadi kerentanan.
Kita sering mengajarkan pentingnya mempercayai orang terdekat. Namun jarang mengajarkan bagaimana membangun batasan yang sehat dalam relasi tersebut. Kepercayaan tanpa batasan bukanlah kekuatan, melainkan potensi risiko.
Tragedi di Pekanbaru ini bukan hanya soal kriminalitas. Ia adalah cermin tentang bagaimana manusia mengelola relasi, emosi, dan kepercayaan. Bahwa kedekatan tidak otomatis berarti keamanan. Dan bahwa konflik yang diabaikan tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu bentuknya.
Mungkin sudah saatnya kita tidak hanya membangun relasi yang dekat, tetapi juga relasi yang sehat. Karena pada akhirnya, yang melindungi kita bukanlah seberapa dekat seseorang, melainkan seberapa matang hubungan itu dijalani.
★Dosen Fakultas Psikologi UST, Owner Harmonia Psychocare
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







