Akhirnya, pertanyaan paling mendasar kembali pada tujuan. Mengapa kita ingin sampai lebih cepat, untuk siapa percepatan itu?.
Bila jawabannya adalah untuk kemaslahatan bersama, maka menggunakan “kendaraan” kekuasaan adalah pilihan rasional dan bahkan diperlukan. Namun jika tujuannya semata-mata memperlihatkan keunggulan diri, maka berjalan kaki dengan integritas jauh lebih mulia daripada melaju kencang tanpa arah.
Kekuasaan hanyalah alat. Nilainya ditentukan oleh nurani yang mengendalikannya. Dan dalam dunia yang sering silau oleh jabatan, mungkin yang paling dibutuhkan bukanlah tambahan kekuasaan, melainkan kedalaman kesadaran tentang untuk siapa kekuasaan itu dijalankan.
★Guru SMK Ma’arif 9 Kebumen, Jawa Tengah
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











