Lalu Nasrudin pergi ke istana. Setiba di istana ia berkata: “Ampun tuanku, hamba menghadap yang mulia untuk mengadukan perlakuan tamu-tamu yang tidak diundang. Mereka masuk rumah hamba tanpa izin dan berani makan nasi saya. “Siapa tamu-tamu itu?” “Lalat-lalat ini tuanku. Hanya kepada Tuan saja, aku mengadukan perlakuan yang tidak adil ini.” “Keadilan seperti apa?” “Aku minta izin tertulis dari Raja agar hamba bisa menghukum lalat-lalat itu.” Sesudah diizinkan, lalat-lalat dibuka dan hinggap pada perabot-perabot dan barang-barang mewah milik raja di seluruh aula. Nasrudin mengejar dan memukul lalat-lalat dengan besi yang ia bawa sampai rusak semua perabot raja {Kesan, Humor Sufi: Balasan, Internet, Garut, 15/6/2022}.
Raja terlalu percaya kepada mimpi sampai merusak seluruh bangunan rumah Nasrudin, karena dugaan ada emas dan permata di bawahnya. Raja itu terlalu serakah dan rakus dengan harta, sehingga mimpi pun dipercaya. Dengan kebiasaan pribadi seperti mimpi misalnya atau apa saja, janganlah kita merusak atau menghancurkan hidup orang lain. Meskipun kita ingin menjadi kaya, orang lain tetap tidak boleh dikorbankan. Orang lain tetap harus aman dan nyaman, tetap selamat dan sejahtera dalam hidup.
Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




