Apabila seperti Yesus kita ditolak, hendaklah kita jangan bertindak jahat terhadap orang yang menolak kita. Kita tidak boleh membalas dendam. Orang lain bisa saja menolak kita, tetapi kita tidak boleh menolak orang lain. Orang lain bisa saja membenci kita, tetapi kita tidak boleh membenci orang lain. Dan, Orang lain bisa saja menghina dan meremehkan kita, tetapi kita tidak boleh menghina dan meremehkan orang lain.
Ketika Tuhan Yesus ditolak, Ia tetap setia pada misi-Nya untuk menyelamatkan semua orang, termasuk orang-orang yang menolak-Nya. Karena kasih karunia-Nya, Allah menyelamatkan semua manusia (Tit 2: 11). Apa pun sikap dan perbuatan manusia, keselamatan tetap tersedia dan nyata bagi semua orang sebagaimana Bapa di surga “menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5: 45).
Selaku anak-anak Bapa di surga, kita harus tetap membuka pintu keselamatan kepada siapa saja, termasuk bagi orang-orang yang membenci dan menolak kita. Intinya, keselamatan itu tetap menjadi sebuah ruang atau tawaran yang selalu terbuka untuk semua orang.
Pada suatu hari Raja memerintah pasukan untuk membongkar rumah Nasrudin, karena ia bermimpi bahwa di bawah rumah Nasrudin terpendam emas dan permata yang berharga. Tetapi setelah melakukan penggalian, tidak ada apa-apa yang ditemukan. Nasrudin amat marah. Ia berpikir keras untuk mencari cara menegur Raja sampai ia tidak ada selera makan. Suatu hari lalat-lalat menyerbu makanannya yang sudah basi. “Tolong ambilkan kain penutup untuk makananku dan sebatang besi”, katanya kepada istrinya. “Untuk apa?” “Untuk memberi pelajaran bagi Raja.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




