Hari Jadi Ruteng, Kota Klasik dalam secuil Catatan Sejarah

Ruteng, infopertama.com – Sejarah Kota Ruteng selama ini kurang mendapat perhatian dan seolah-olah terlantarkan. Tidak banyak yang menyadari bahwa sejarah Kota Ruteng paling unik di Nusa Tenggara Timur bahkan di segenap Indonesia. Unik karena awal pendiriannya sinkron dengan awal administrasi kolonialisme Belanda di Manggarai. Di samping itu juga sangat erat hubungannya dengan usia perlawanan berdarah rakyat Manggarai melawan kolonealisme Belanda. Atau, pendirian administratif koloneal Belanda di Manggarai.

Mengenai keunikan dan proses perlawanan sehingga terbentuknya Kota Ruteng, kemungkinan banyak yang masih tahu lewat penurunan tradisi sejarah lisan. Terlebih yang masih sangat segar beredar di dalam lingkungan keluarga yang pernah terlibat dalam peristiwa bersejarah tersebut. Tetapi, kepastian tahun suatu peristiwa bersejarah tidak terekam secara jelas. Hal ini karena tradisi lisan sejarah di Manggarai memang hanya mementingkan unsur ceritanya. Dan, tidak mempunyai kebiasaan budaya dengan perhitungan kalender modern.

Ketidakacuhan tentang penanggalan/tahun sangat jelas tercermin dalam kesimpangsiuran mencantumkan angka tahun dalam naskah peserta-peserta dalam “Sayembara Motang Rua”. Sayembara ini gelar dalam rangka memeringati Hari Pahlawan 10 November 1973 di masa Bupati Frans Sales Lega. Namun secara keseluruhan gaung sayembara ini sangat berhasil menggaerahkan kembali “kesadaran harga diri kemanggaraian”.

Kesadaran sejarah, baik yang bernama sejarah nasional ataupun sejarah daerah, dewasa ini menuntut kita membetulkan ketakacuhan konsepsional dan penahunan tersebut. Alasannya, karena tidak adanya kesadaran sejarah akan dapat berakibat hilangnya orientasi tentang identitas (harga diri) dalam pembangunan daerah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel