Pembangunan kota ternyata menimbulkan pertumpahdarahan antara Belanda dengan penduduk setempat sejak 2 Agustus 1909. Tanggal 1 Agustus 1909 adalah tanggal pertama resminya pemindahan administrasi Korps Diplomatik Sipil dan Militer Belanda yang berada di atas Lingko Puni yang melahirkan peristiwa-peristiwa bersejarah selanjutnya. Sehinga tanggal 1 Agustus 1909 adalah merupakan hari jadi Kota Ruteng (Toda, 1989: 3). Secara defakto pemindahan pusat pemerintahan dari Todo-Pongkor ke Puni-Ruteng pelaksanaannya sesuai dengan hasil perundingan di Todo antara pemerintah koloneal Belanda dengan Adak Todo-Pongkor yang wakili oleh Kraeng Adak Talu ame Nambur dan Kraeng Wanggur Laki Tekek Laki Manggir, yaitu tanggal 31 juli 1909. Namun pelaksanaan pembangunan pusat kota administratif (ibu kota baru) di Puni-Ruteng setelah kegiatan roda pemerintahan di Puni-Ruteng berjalan (kecuali kantor darurat dan tangsi).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemerintahan di Puni Ruteng baru berjalan sejak tanggal 1 Agustus 1909.
Berdasarkan atas dasar itu maka dsarankan agar 1 Agustus 1909 tetapkan sebagai hari Jadi Kota Ruteng (Janggur, 2008: 83., Hemo, 1989; 2)***


Oleh : I Gusti Ngurah Jayanti
*Tulisan ini sudah tayang di varian wisata budaya sunda kecil dengan judul, “Info Sejarah Kota Ruteng”.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












