Emosi Kolektif Minus Nalar: Belajar dari Kasus Lebak

Kasus Lebak
Menginjak Quran, 2 Pekerja Salon di Lebak Tersangka Penistaan Agama. (Istimewa)

Flora Grace Putrianti, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog ★

infopertama.com – Kasus di Lebak—bermula dari persoalan sepele terkait kehilangan barang pribadi, lalu berkembang menjadi sorotan nasional—sekali lagi memperlihatkan wajah lain masyarakat kita: cepat bereaksi, cepat menghakimi, tetapi sering kali lambat memahami.

Dalam hitungan jam, sebuah peristiwa personal berubah menjadi isu publik. Video beredar, narasi terbentuk, dan kemarahan kolektif mengalir deras di ruang digital. Pertanyaannya sederhana namun mendasar: Apakah kita benar-benar merespons peristiwa, atau hanya merespons emosi yang diproduksi dari peristiwa itu?

Dari Peristiwa ke Simbol: Lonjakan Makna yang Tidak Proporsional

Apa yang terjadi di Lebak menunjukkan bagaimana sebuah tindakan individu dapat dengan cepat ditarik ke ranah simbolik yang jauh lebih besar.

Peristiwa yang awalnya: bersifat interpersonal dan terjadi dalam konteks terbatas berubah menjadi: representasi pelanggaran nilai, pemicu reaksi moral publik dan bahan mobilisasi emosi massal.

Inilah yang dalam psikologi sosial disebut sebagai social amplification—ketika makna sebuah kejadian tidak lagi ditentukan oleh fakta awal, tetapi oleh bagaimana masyarakat menafsirkannya secara kolektif. Masalahnya, amplifikasi ini jarang berjalan secara proporsional.

Ruang Digital: Mesin Produksi Emosi, Bukan Klarifikasi

Media sosial tidak sekadar menyebarkan informasi, ia mempercepat emosi. Potongan video, judul yang menggugah, dan narasi yang selektif membentuk persepsi publik bahkan sebelum fakta utuh muncul.

Dalam kondisi ini, publik tidak lagi berinteraksi dengan realitas, melainkan dengan versi realitas yang sudah dikemas. Fenomena ini memperkuat apa yang dikenal sebagai framing effect: cara penyajian informasi menentukan bagaimana orang berpikir, bahkan sebelum mereka sempat mempertanyakan kebenarannya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel