Cepat, Lugas dan Berimbang

Live TikTok, Gift, dan Krisis Validasi di Era Digital

Live Tiktok
Ilustrasi Live TikTok guna mendapatkan validasi semu (Ist)

★Flora Grace Putrianti, S.Psi., M.Si., M Psi., Psikolog

infopertama.com – Di era media sosial, perhatian publik perlahan berubah menjadi “mata uang psikologis”. Semakin ramai seseorang ditonton, semakin besar pula dorongan untuk mempertahankan perhatian tersebut, bahkan dengan cara-cara yang berisiko bagi diri sendiri.

Fenomena live TikTok dengan tantangan makan makanan ekstrem demi mendapatkan gift memperlihatkan bagaimana kebutuhan akan pengakuan sosial dapat memengaruhi perilaku manusia di ruang digital.

Beberapa waktu terakhir, publik disuguhi berbagai siaran langsung yang menampilkan kreator memakan cabe berlebihan, bon cabe, mie instan, hingga penyedap rasa sesuai permintaan penonton. Semakin ekstrem tindakan yang dilakukan, semakin ramai komentar dan semakin besar kemungkinan memperoleh gift.

Dalam konteks psikologi, fenomena ini tidak dapat dipandang sekadar hiburan digital biasa. Ada mekanisme psikologis yang bekerja secara perlahan namun kuat di balik perilaku tersebut.

Media sosial pada dasarnya dibangun menggunakan sistem reward yang mampu memengaruhi perilaku manusia. Gift, viewers, komentar, dan ranking live menjadi bentuk penguatan perilaku atau reinforcement. Ketika seseorang mendapatkan perhatian dan keuntungan setelah melakukan tindakan tertentu, otak akan menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang “layak diulang”. Akibatnya, batas antara hiburan, kebutuhan ekonomi, dan pengorbanan diri perlahan menjadi kabur.

Yang mengkhawatirkan, fenomena ini menunjukkan bagaimana sebagian individu mulai menggantungkan nilai dirinya pada respons audiens digital. Perhatian publik menjadi sumber rasa berharga. Ketika live ramai, muncul rasa diterima dan dianggap penting. Sebaliknya, ketika viewers menurun, tidak sedikit kreator mengalami kecemasan, tekanan, bahkan ketakutan kehilangan eksistensi sosialnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN