Bila Masih Mungkin Kita Menorehkan Batin

Ini pun “Bila masih mungkin, kita menorehkan batin. Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas….”

Memang, terkadang kita merasa terpanggil untuk mengawal siapapun sesama. Dan bisa saja dalam pantauan dan kawalan sejadi-jadinya. Bagaimana pun, kita pun butuh ‘cadangan minyak kawalan’ demi diri dan ziarah hidup kita sendiri.

Ada saatnya, di suatu titik tertentu kita mesti berhenti, dan lalu membiarkan orang lain, iya sesamamu itu. Kita biarkan dia ‘pergi dan berlalu dalam untaian DOA dan HARAPAN kita yang tulus!’ Itulah ziarah batin Musa, yang dengan kebesaran hati, ‘membiarkan Yosua dan merelakan Bani Israel memasuki alam Tanah Terjanji.’ Tanpa pantauan dan pengawalannya lagi…

Mari pulang ke hadirat Yang Kuasa….

Setidaknya, setiap orang, termasuk sesama dan diri kita sendiri, miliki kisah-kisah berkat yang paling pribadi dalam Tuhan yang diimani. Dapat terjadi, bahkan diri kita sendiri pun tak bakal sanggup memahami. Semuanya, sepenuhnya, apalagi sesempurnanya…

“Masih kah kau ragu?”

Verbo Dei Amorem Spiranti

Qatar Airways – QR 959
September 2024

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel