Penyerapan Dana 20 M Belum Maksimal, Laka Lena Beberkan Beberapa Kendala Lapangan

Ruteng, infopertama.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkapkan sejumlah kendala yang menyebabkan belum maksimalnya penyerapan dana tanggap darurat sebesar Rp20 miliar di tingkat kabupaten.

Penyampaian kendala ini dilangsungkannya saat menjawab pertanyaan awak media di posko tanggap darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai pada Kamis (10/9/2026).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo sebelumnya telah mengalokasikan dana dukungan tanggap darurat dengan total mencapai Rp200 miliar. Berdasarkan data rekapitulasi penganggaran dan pencairan Belanja Tidak Terduga (BTT) per 7 September 2026 yang bersumber dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Pemerintah Provinsi NTT mendapatkan alokasi Bantuan Presiden sebesar Rp40 miliar dengan persentase realisasi BTT mencapai 43,23 persen.

Sementara itu, tujuh kabupaten terdampak di daratan Flores masing-masing menerima alokasi bantuan sebesar Rp20 miliar dengan variasi tingkat realisasi penyerapan di lapangan, di antaranya Kabupaten Ende sebesar 8,85 persen, Kabupaten Flores Timur 0,00 persen, Kabupaten Manggarai 27,37 persen, Kabupaten Manggarai Barat 5,46 persen, Kabupaten Manggarai Timur 17,31 persen, Kabupaten Nagekeo 15,33 persen, Kabupaten Ngada 8,84 persen, serta Kabupaten Sikka sebesar 1,75 persen.

Meskipun alokasi dana telah dikucurkan, penggunaan anggaran di tingkat kabupaten masih belum mencapai target yang diharapkan. Gubernur Melki membeberkan beberapa kendala utama di lapangan yang membuat pemerintah daerah (Pemda) kesulitan membelanjakan dana tersebut dengan cepat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel